Subscribe Us

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sistem Percernaan

Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya yang Menakjubkan

 

Macam-Macam Organ Sistem Pencernaan Manusia beserta Fungsinya


Mulut


Sistem pencernaan dimulai dari mulut. Menggigit, memotong, dan mengunyah adalah cara mulut memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih mudah dicerna.


Setelah menjadi potongan-potongan kecil, makanan akan bercampur dengan air liur. Pencampuran ini bertujuan memulai proses pemecahan menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan tubuh.


Pada mulut, juga terdapat epiglotis yang akan membuka saat menelan dan menutup sehingga mencegah Anda tersedak. Selain itu, mulut juga menghasilkan enzim yang dapat mencerna makanan yang dikonsumsi.


Menurut Cleveland Clinic, Amerika Serikat, melihat dan mencium aroma makanan di depan Anda bahkan bisa termasuk proses pencernaan karena kelenjar ludah menjadi aktif di saat tersebut.


Kerongkongan 


Kerongkongan adalah tabung yang membentang dari faring (tenggorokan) ke perut. Melalui serangkaian kontraksi yang disebut peristaltik, kerongkongan akan bekerja mengirimkan makanan ke lambung.


Pada ujung kerongkongan sebelum lambung, ada bagian yang disebut sfingter esofagus bagian bawah. Ini adalah katup yang berfungsi menjaga makanan agar tidak kembali ke kerongkongan.


Usus Halus 


Usus halus terdiri dari tiga bagian, yakni duodenum, jejunum, dan ileum. Usus halus merupakan bagian organ pencernaan yang panjangnya sekitar enam meter.


Fungsi alat pencernaan manusia ini melanjutkan proses pemecahan makanan menggunakan enzim yang dikeluarkan pankreas dan empedu dari hati. Empedu adalah senyawa yang membantu mencerna lemak dan menghilangkan produk limbah dari darah.


Bagian usus halus duodenum sebagian besar bertanggung jawab melanjutkan proses pemecahan makanan. Sementara, jejunum dan ileum bertanggung jawab dalam penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah.


Lambung


Setelah melewati kerongkongan, makanan akan menuju lambung. Di lambung, makanan akan ditampung dan kemudian bercampur dengan enzim lambung.


Sel-sel di lapisan perut akan mengeluarkan asam dan enzim yang bertanggung jawab dalam proses pemecahan makanan. Ketika isi perut sudah cukup diproses lambung, makanan akan berpindah ke usus kecil.


Pankreas


Fungsi pankreas dalam sistem pencernaan manusia adalah mengeluarkan enzim pencernaan ke dalam duodenum. Enzim pencernaan nantinya akan membantu memecah protein, lemak, dan karbohidrat dari makanan.


Pankreas juga akan membuat insulin untuk dialirkan ke aliran darah. Insulin adalah hormon utama di dalam tubuh untuk memetabolisme gula.


Kantung Empedu


Kantung empedu terletak tepat di bawah hati yang menyimpan empedu. Cairan empedu dibuat di hati, kemudian disimpan di kantung empedu melalui saluran yang disebut duktus sistikus.


Empedu membantu pencernaan dengan memecah lemak menjadi asam lemak, yang dapat dibawa ke dalam tubuh oleh saluran pencernaan.


Selama Anda makan, kantung empedu akan berkontraksi. Lalu, bagian ini mengirimkan cairan empedu ke usus kecil untuk membantu penyerapan nutrisi.

Setelah nutrisi diserap, sisa dari makanan akan bermuara di usus besar.


Hati 


Organ hati punya beberapa fungsi. Namun, kegunaan utama pada proses pencernaan adalah mencerna nutrisi dari usus halus. Sementara, empedu dari organ hati berperan mencerna sejumlah vitamin dan lemak.


Hati pun mendetoksifikasi zat kimia yang berpotensi berbahaya. Contoh perannya yaitu menyaring serta memproses kotoran, obat-obatan, dan racun yang masuk tubuh.


Rektum


Rektum adalah ruang yang menghubungkan usus besar ke anus. Tugas rectum adalah menerima feses dari usus besar. Organ pencernaan ini juga memberitahu akan ada feses yang harus dikeluarkan, dan menahan feses sampai terjadi pengosongan.


Ketika gas atau tinja masuk ke rektum, sensor mengirim pesan ke otak. Otak kemudian memutuskan apakah isi rektum bisa dikeluarkan atau tidak.


Jika bisa, sfingter mengendur dan rektum berkontraksi untuk membuang isinya. Jika isinya tidak dapat dibuang, sfingter berkontraksi dan rektum menyesuaikan sehingga sensasi akan hilang sementara

hare : Copy Link

Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

logo

 Ragam 

 Foto Video

LIVE REPORT 

Yuk merapat ikuti berita update dan ulasan kompetisi BRI Super League. Klik di sini!

Bola.comRagam

Macam-Macam Organ Sistem Pencernaan Manusia beserta Fungsinya

Berikut macam-macam organ sistem pencernaan manusia beserta fungsinya.


BolaCom | Rheza Aditya Gradianto Diperbarui 29 Jul 2022, 10:20 WIB

Ilustrasi organ tubuh

Ilustrasi organ tubuh. (Copyright by Freepik)

Advertisement



Bola.com, Jakarta - Sistem tubuh manusia terdiri dari berbagai bagian, satu di antaranya yang penting bagi manusia adalah organ sistem pencernaan.


Sistem pencernaan manusia terdiri dari berbagai organ atau bagian vital yang saling berkaitan. Masing-masing organ pencernaan manusia memiliki peran dalam proses mencerna makanan atau minuman.


Baca Juga: 5 Pemain Kunci Potensial Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026: Pengalaman di Level Senior

Misalnya mulut, menjadi organ pertama yang menerima makanan dan minuman sehingga sebelum dicerna oleh berbagai organ lainnya, mulut memotong makanan menjadi kecil-kecil agar mudah dicerna.


Advertisement



Fungsi sistem pencernaan yang optimal sangat penting. Sebab, tubuh membutuhkan nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi agar tetap sehat.


Agar kita bisa tetap menjaga organ sistem pencernaan dengan baik, kita juga harus mengenal dengan baik apa saja organ sistem pencernaan yang dimiliki oleh manusia.


Berikut macam-macam organ sistem pencernaan manusia beserta fungsinya, seperti disadur dari Klikdokter, Jumat (29/7/2022).


Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)


5


2 dari 5 halaman

Macam-Macam Organ Sistem Pencernaan Manusia beserta Fungsinya

Ilustrasi mulut

Ilustrasi mulut. /https://unsplash.com/Maria Lysenko



Mulut


Sistem pencernaan dimulai dari mulut. Menggigit, memotong, dan mengunyah adalah cara mulut memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih mudah dicerna.


Setelah menjadi potongan-potongan kecil, makanan akan bercampur dengan air liur. Pencampuran ini bertujuan memulai proses pemecahan menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan tubuh.


Pada mulut, juga terdapat epiglotis yang akan membuka saat menelan dan menutup sehingga mencegah Anda tersedak. Selain itu, mulut juga menghasilkan enzim yang dapat mencerna makanan yang dikonsumsi.


Menurut Cleveland Clinic, Amerika Serikat, melihat dan mencium aroma makanan di depan Anda bahkan bisa termasuk proses pencernaan karena kelenjar ludah menjadi aktif di saat tersebut.


Kerongkongan 


Kerongkongan adalah tabung yang membentang dari faring (tenggorokan) ke perut. Melalui serangkaian kontraksi yang disebut peristaltik, kerongkongan akan bekerja mengirimkan makanan ke lambung.


Pada ujung kerongkongan sebelum lambung, ada bagian yang disebut sfingter esofagus bagian bawah. Ini adalah katup yang berfungsi menjaga makanan agar tidak kembali ke kerongkongan.

Usus Halus 


Usus halus terdiri dari tiga bagian, yakni duodenum, jejunum, dan ileum. Usus halus merupakan bagian organ pencernaan yang panjangnya sekitar enam meter.


Fungsi alat pencernaan manusia ini melanjutkan proses pemecahan makanan menggunakan enzim yang dikeluarkan pankreas dan empedu dari hati. Empedu adalah senyawa yang membantu mencerna lemak dan menghilangkan produk limbah dari darah.


Bagian usus halus duodenum sebagian besar bertanggung jawab melanjutkan proses pemecahan makanan. Sementara, jejunum dan ileum bertanggung jawab dalam penyerapan nutrisi ke dalam aliran darah.

Lambung


Setelah melewati kerongkongan, makanan akan menuju lambung. Di lambung, makanan akan ditampung dan kemudian bercampur dengan enzim lambung.


Sel-sel di lapisan perut akan mengeluarkan asam dan enzim yang bertanggung jawab dalam proses pemecahan makanan. Ketika isi perut sudah cukup diproses lambung, makanan akan berpindah ke usus kecil.


Pankreas


Fungsi pankreas dalam sistem pencernaan manusia adalah mengeluarkan enzim pencernaan ke dalam duodenum. Enzim pencernaan nantinya akan membantu memecah protein, lemak, dan karbohidrat dari makanan.


Usus Besar 


Usus besar adalah bagian sistem pencernaan manusia yang memiliki panjang sekitar 5-6 kaki. Bagian ini menghubungkan sekum (bagian pertama usus besar) ke rektum (bagian terakhir usus besar).


Usus besar terdiri dari sekum, kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, dan kolon sigmoid yang terhubung ke rektum.


Kotoran atau limbah yang tersisa dari proses pencernaan akan melewati usus besar dengan cara peristaltik (gerakan mendorong makanan).


Biasanya dibutuhkan sekitar 36 jam untuk tinja melewati usus besar. Kotoran itu sendiri sebagian besar terdiri dari sisa makanan dan bakteri.


Namun, bakteri baik akan melakukan beberapa fungsi, seperti mensintesis berbagai vitamin, memproses produk limbah dan partikel makanan, serta melindungi dari bakteri berbahaya.


Ketika usus besar penuh tinja, bagian ini akan mengosongkan isinya ke dalam rektum untuk memulai proses eliminasi (buang air besar).


Anus 


Anus atau dubur merupakan bagian terakhir dari saluran pencernaan. Lapisan anus bagian atas mampu mendeteksi isi rektal. Ini memungkinkan Anda mengetahui apakah isinya cair, gas, atau padat.


Anus memiliki dua otot sfingter yang penting untuk mengontrol feses. Sementara, otot dasar panggul menciptakan sudut antara rektum dengan anus yang mencegah tinja keluar di saat yang tidak seharusnya. Sfingter internal mencegah buang air besar tanpa disengaja, seperti saat tidur.


Sedangkan, ketika ingin buang air besar, sfingter eksternal akan menahan tinja sampai Anda berada di toilet dan tinja bisa dikeluarkan.


Sumber : Bola.com





Hubungan Antar Sistem Tubuh: Pencernaan, Peredaran Darah, dan Pernapasan

 



Tiga sistem utama dalam tubuh manusia—pencernaan, peredaran darah, dan pernapasan—bekerja sama untuk menjaga kelangsungan hidup. Sistem-sistem ini saling berhubungan erat untuk memastikan sel-sel tubuh menerima nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan, serta membuang limbah dengan efisien .

 

Sistem Pencernaan

 

Sistem pencernaan bertanggung jawab untuk memecah makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh. Proses ini dimulai dari mulut, berlanjut ke lambung dan usus halus, di mana nutrisi diserap ke dalam aliran darah .

 

 

Sistem Pernapasan

 

Sistem pernapasan memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan. Oksigen yang dihirup masuk ke paru-paru dan kemudian berdifusi ke dalam aliran darah, sementara karbon dioksida dikeluarkan dari darah ke paru-paru untuk dihembuskan .

 

 

Sistem Peredaran Darah

 

Sistem peredaran darah berfungsi mengangkut oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Sistem ini terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang memastikan semua bagian tubuh mendapatkan pasokan yang diperlukan .

 

 

Interaksi Antar Sistem

 

Sistem peredaran darah mengedarkan oksigen dari sistem pernapasan dan nutrisi dari sistem pencernaan ke seluruh tubuh. Nutrisi yang dihasilkan oleh sistem pencernaan dan oksigen yang diambil oleh sistem pernapasan diangkut oleh darah ke sel-sel tubuh. Sebagai imbalannya, sistem peredaran darah membawa karbon dioksida, produk limbah dari sel, kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan. Dengan demikian, ketiga sistem ini bekerja bersama untuk menjaga homeostasis atau keseimbangan internal tubuh .

sumber : Wikipedia



Sistem Ekskresi: Pentingnya Pembuangan Sisa Metabolisme untuk Kesehatan

 

Sumber : JNEWS


Sistem ekskresi adalah serangkaian proses untuk mengeluarkan zat-zat sisa dari metabolisme yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Jika zat-zat sisa ini dibiarkan menumpuk, mereka dapat menjadi racun dan mengancam kesehatan. Oleh karena itu, sistem ekskresi pada manusia berfungsi untuk mengeluarkan limbah metabolisme agar tubuh tetap sehat. Proses ekskresi melibatkan beberapa organ utama, yaitu ginjal, paru-paru, kulit, dan hati.


Setiap organ ini memiliki fungsi khusus dalam mengeluarkan zat sisa yang berbeda. Misalnya, ginjal berperan dalam menyaring darah dan memproduksi urin, sedangkan kulit bertugas mengeluarkan keringat. Perlu dipahami bahwa ekskresi berbeda dengan proses pembuangan lainnya seperti defekasi, yang berarti buang air besar.



Ekskresi secara khusus berfokus pada pengeluaran zat sisa hasil metabolisme sel, sedangkan defekasi berkaitan dengan pengeluaran sisa makanan yang tidak diserap oleh usus. Dengan demikian, pemahaman yang jelas tentang kedua proses ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan memahami cara kerja sistem ekskresi secara keseluruhan, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu(11/12).


Sistem Ekskresi Memiliki Fungsi Utama

Fungsi sistem ekskresi pada manusia mencakup beberapa aspek penting, antara lain:


Membuang zat sisa metabolisme - Fungsi utama dari sistem ekskresi adalah mengeluarkan zat-zat sisa yang dihasilkan dari proses metabolisme sel, seperti urea, asam urat, dan kreatinin.

Mengatur keseimbangan cairan tubuh - Sistem ekskresi berperan dalam menjaga volume serta komposisi cairan tubuh agar tetap seimbang melalui proses produksi urin dan keringat.

Mengatur keseimbangan elektrolit - Ginjal berfungsi untuk mengatur kadar elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida dalam darah agar tetap berada dalam rentang normal.

Mengatur pH darah - Ginjal juga berperan dalam menjaga pH darah agar tetap dalam kisaran 7,35-7,45 dengan cara mengatur ekskresi ion hidrogen.

Mengeluarkan zat asing - Selain itu, sistem ekskresi juga berfungsi untuk membuang zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti obat-obatan dan zat aditif makanan.

Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, sistem ekskresi memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga homeostasis atau keseimbangan lingkungan internal tubuh. Hal ini sangat diperlukan agar sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan optimal, sehingga kesehatan secara keseluruhan dapat terjaga. Sistem ekskresi yang efisien memastikan bahwa semua zat yang tidak diperlukan atau berpotensi berbahaya dapat dikeluarkan dari tubuh dengan tepat.


Sistem Ekskresi Terdiri dari Berbagai Organ

Berikut adalah organ-organ utama yang berperan dalam sistem ekskresi pada manusia beserta fungsinya masing-masing:


Ginjal

Ginjal adalah organ utama dalam proses ekskresi manusia. Beberapa fungsi ginjal meliputi:


Menyaring darah dan memproduksi urin

Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh

Menjaga pH darah

Menghasilkan hormon yang berfungsi mengontrol tekanan darah

Mengaktifkan vitamin D

ADVERTISEMENT


Organ ini terdiri dari jutaan unit fungsional yang dikenal sebagai nefron. Setiap nefron menjalankan proses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi untuk menghasilkan urin.


Paru-paru

Selain berfungsi dalam respirasi, paru-paru juga memiliki peranan dalam proses ekskresi dengan cara:


Mengeluarkan karbon dioksida (CO2) yang merupakan hasil sisa metabolisme sel

Mengeluarkan uap air

Membantu dalam pengaturan pH darah

Proses pertukaran gas yang terjadi di alveoli paru-paru memungkinkan CO2 dikeluarkan saat kita menghembuskan napas.


Kulit

Sebagai organ ekskresi, kulit berfungsi untuk:


Mengeluarkan keringat yang mengandung air, garam, dan sedikit urea

Membantu mengatur suhu tubuh

Mengeluarkan sebum (minyak) dari kelenjar sebaceous

Kelenjar keringat yang terletak pada lapisan dermis kulit memainkan peran penting dalam proses ekskresi melalui kulit.


Hati

Hati juga memiliki beberapa fungsi dalam ekskresi, yaitu:


Menghasilkan empedu yang mengandung zat sisa

Merombak sel darah merah yang sudah tua

Mengubah amonia menjadi urea yang kurang beracun

Menetralkan racun dan obat-obatan

Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh

Menjaga pH darah

Menghasilkan hormon yang berfungsi mengontrol tekanan darah

Mengaktifkan vitamin D

Sumber : Merdeka.com


Cara Kerja Sistem Pernapasan: Menghirup Oksigen, Menghembuskan Karbon Dioksida


 


Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem biologis yang terdiri dari organ dan struktur-struktur lain yang digunakan untuk pertukaran gas pada hewan dan tumbuhan. Anatomi dan fisiologi makhluk hidup yang mewujudkan pertukaran gas ini sangat bervariasi, bergantung pada ukuran tubuhnya, lingkungan tempat hidupnya, dan riwayat evolusinya. Pada hewan darat, pernapasan berlangsung pada paru-paru.[1] Pertukaran gas di paru-paru terjadi pada jutaan kantung udara kecil. Pada mamalia dan reptil, kantung udara ini disebut alveolus (bentuk jamak: alveoli), tetapi pada burung dinamakan atria. Kantung udara mikroskopis tersebut sangat kaya akan suplai darah, sehingga udara di dalamnya pun terhubung dengan darah.[2] Kantung udara ini berhubungan dengan lingkungan luar melalui sistem saluran udara berupa tabung berongga. Saluran yang terbesar adalah trakea, yang bercabang di tengah dada menjadi dua bronkus utama. Bronkus memasuki paru-paru, tempat mereka bercabang menjadi bronkus sekunder dan tersier yang rongganya semakin sempit, lalu bercabang menjadi banyak tabung yang lebih kecil, yang dinamakan bronkiolus. Pada burung, bronkiolus disebut parabronki. Pada bronkiolus atau parabronki inilah umumnya terdapat alveoli pada mamalia dan atria pada burung. Udara harus dipompa dari lingkungan luar menuju ke dalam alveoli atau atria melalui proses bernapas yang melibatkan otot-otot pernapasan. Pada sebagian besar ikan dan sejumlah hewan akuatik lainnya, pernapasan berlangsung pada insang, yang merupakan organ eksternal (baik sebagian maupun sepenuhnya), yang terendam dalam lingkungan perairan. Air akan mengalir melewati insang dengan berbagai cara, baik aktif ataupun pasif. Pertukaran gas terjadi di insang yang terdiri dari filamen tipis atau sangat datar, serta lamela yang mempertemukan secara luas jaringan yang sangat tervaskularisasi dengan air. Hewan lain, seperti serangga, memiliki anatomi sistem pernapasan yang sangat sederhana. Pada amfibi, kulit pun berperan penting dalam pertukaran gas. Tumbuhan juga memiliki sistem pernapasan tetapi arah pertukaran gasnya bisa berlawanan jika dibandingkan dengan hewan. Sistem pernapasan pada tumbuhan meliputi stomata, yang ditemukan di berbagai bagian tumbuhan.[3]

Sumber : Wikipedia

Rahasia Sistem Peredaran Darah: Dari Jantung hingga Kapiler






Coba kamu raba bagian dadamu sebelah kiri atas! Pasti kamu akan merasa ada denyutan bahkan kadang terdengar bunyi “dug-dug-dug”. Di bagian dalam permukaan yang kamu raba terdapat suatu organ pemompa darah yang berfungsi untuk memompa darah sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Lalu, seperti apa sih sistem peredaran darah pada tubuh manusia itu?


Pengertian Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah adalah sistem yang mengalirkan darah dari satu organ ke organ yang lain melalui sel. 


Sistem ini juga biasa disebut sistem transportasi dan berperan penting dalam proses metabolisme untuk kelangsungan hidup manusia. Tak heran, sistem peredaran darah termasuk salah satu sistem vital di dalam tubuh.


Organ Peredaran Darah

Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui organ peredaran darah, yaitu jantung dan pembuluh darah. Jika diibaratkan, sistem ini hampir sama dengan sistem pemompaan ban sepeda. 


Pompanya adalah jantung dan selang aliran udaranya adalah pembuluh darah.


1. Jantung

Jantung merupakan organ yang berperan sebagai pemompa darah di dalam tubuh dan terletak di rongga dada sebelah kiri. Kinerja jantung tidak dipengaruhi oleh perintah atau keinginan manusia. 


Artinya, kamu tidak bisa mengendalikan kerja jantung. Organ ini dilapisi oleh suatu membran yang disebut perikardium. 


Jantung terdiri dari empat ruangan, yaitu dua serambi dan dua bilik. Adapun bagian-bagian jantung adalah sebagai berikut.


a. Serambi (atrium)

Serambi jantung dibagi menjadi dua, yaitu serambi kanan dan serambi kiri. Bagian ini terletak di bagian atas, tepatnya di atas bilik. 


Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah bersih yang kaya oksigen dari paru-paru. Sementara itu, bilik kiri berfungsi untuk menerima darah kotor yang kaya karbondioksida dari seluruh tubuh.


b. Bilik (ventrikel)

Sama seperti serambi, jantung memiliki dua buah bilik yaitu bilik kanan dan bilik kiri. Bilik kanan berfungsi untuk menampung darah bersih sebelum dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh aorta. 


Sementara itu, bilik kiri berfungsi untuk menampung darah kotor sebelum dipompa keluar menuju paru-paru.


c. Katup

Katup atau klep penutup berfungsi untuk menjaga aliran darah agar selalu satu arah. Dengan adanya klep ini, darah di setiap ruangan jantung tidak akan bercampur.


2. Pembuluh darah

Setelah darah dipompa keluar jantung, darah akan mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 


Secara umum, pembuluh darah dibagi menjadi tiga yaitu pembuluh arteri, pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler. Apa perbedaan ketiga pembuluh tersebut?


a. Pembuluh arteri

Pembuluh arteri bertugas untuk membawa darah keluar dari jantung. Pembuluh arteri dibagi menjadi tiga, yaitu pembuluh aorta, pembuluh arteri pulmonalis, dan pembuluh arteriol.


Pembuluh aorta adalah pembuluh arteri paling besar yang membawa darah langsung dari jantung.

Pembuluh arteriol adalah pembuluh arteri paling kecil yang mengalirkan darah menuju pembuluh kapiler.

Pembuluh arteri pulmonalis adalah pembuluh arteri yang membawa darah kaya karbondioksida keluar dari jantung menuju ke pulmo (paru-paru).

b. Pembuluh Vena

Pembuluh vena bertugas membawa darah kembali ke jantung. Pembuluh vena yang berperan membawa darah dari organ tubuh bagian atas kembali ke jantung disebut vena cava superior. 


Sementara itu, pembuluh vena yang berperan membawa darah dari organ tubuh bagian bawah kembali ke jantung disebut vena cava inferior. 


Selain vena cava superior dan inferior, ada pula pembuluh vena yang menerima darah dari pembuluh kapiler, yaitu pembuluh venula. Ukuran pembuluh venula lebih kecil dari pembuluh vena.


Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia berlangsung secara tertutup di dalam pembuluh darah. Sistem peredaran darahnya dibagi menjadi dua, yaitu sistem peredaran darah besar dan sistem peredaran darah kecil. Apa perbedaan antara keduanya?


1. Sistem peredaran darah besar

Adalah peredaran darah yang berawal dari jantung lalu diteruskan ke seluruh tubuh dan dibawa kembali menuju jantung. Adapun tahapan lengkapnya adalah sebagai berikut.


Dari bilik kiri, darah yang mengandung oksigen dipompa keluar jantung melalui pembuluh aorta. Dari pembuluh aorta, darah diteruskan ke berbagai organ melalui pembuluh arteriol yang terhubung dengan pembuluh kapiler. 


Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida berlangsung di dalam pembuluh kapiler. Selanjutnya, darah yang mengandung banyak karbondioksida dialirkan keluar organ melalui pembuluh kapiler yang terhubung dengan pembuluh venula. 


Dari pembuluh venula, darah dibawa masuk kembali ke serambi kanan jantung melalui vena cava superior untuk organ tubuh bagian atas dan vena cava inferior untuk organ tubuh bagian bawah.



2. Sistem peredaran darah kecil

Adalah peredaran darah yang berawal dari jantung lalu dipompa ke paru-paru dan dibawa kembali menuju jantung. Adapun tahapan lengkapnya adalah sebagai berikut.


Darah yang mengandung banyak karbondioksida di bilik kanan jantung dipompa keluar menuju paru-paru melalui pembuluh arteri pulmonalis. 


Arteri pulmonalis terhubung dengan pembuluh kapiler paru-paru. Di pembuluh kapiler itu terjadi pertukaran antara darah yang mengandung karbondioksida dan oksigen. 


Selanjutnya, darah yang mengandung oksigen di bagian paru-paru dialirkan ke luar menuju bilik kiri jantung melalui pembuluh vena pulmonalis.

Sumber : Quipper

Mengenal Sistem Pencernaan: Mesin Pengolah Makanan dalam Tubuh Kita



Proses Pencernaan Makanan dan Penyerapan Nutrisi

Setelah dikunyah dan ditelan, makanan akan dicerna dan diserap nutrisinya, sedangkan sisa-sisa makanan akan dibuang melalui tinja oleh tubuh. Proses pencernaan ini bisa memakan waktu sekitar 24−72 jam.



Selain jenis dan jumlah makanan, lama proses pencernaan makanan tergantung pada jenis kelamin, tingkat metabolisme, dan kondisi medis tertentu. Contohnya adalah pencernaan makanan akan lebih lama terjadi pada penderita gangguan pencernaan atau gangguan penyerapan nutrisi.


Berikut ini adalah tahapan proses pencernaan dan penyerapan makanan yang terjadi di dalam tubuh:


1. Penghalusan makanan di mulut

Mulut adalah bagian awal dari saluran pencernaan. Saat makanan dikunyah di dalam mulut, kelenjar liur akan memproduksi air liur guna mempermudah proses menghaluskan makanan. Air liur mengandung enzim amilase yang berfungsi untuk mengolah karbohidrat menjadi glukosa dan energi.


Setelah makanan selesai dikunyah, lidah akan mendorong makanan yang sudah halus ke belakang mulut menuju esofagus atau kerongkongan. Selanjutnya, makanan akan dibawa menuju lambung.


2. Pemecahan makanan di lambung

Di dalam lambung, makanan dan minuman akan bercampur dengan enzim pencernaan dan asam lambung untuk dihaluskan dan dipecah menjadi lebih kecil hingga bertekstur cair atau menyerupai pasta yang lembut. Dengan tekstur ini, nutrisi dalam makanan akan lebih mudah diserap tubuh.


Asam lambung juga berfungsi untuk membasmi kuman dan virus makanan atau minuman yang dapat menyebabkan infeksi. Setelah selesai dicerna di lambung, otot lambung akan bergerak untuk mendorong makanan agar bergerak ke usus halus guna diproses lebih lanjut.


3. Pemecahan nutrisi di usus halus

Usus halus melanjutkan proses pencernaan menggunakan enzim yang dikeluarkan oleh pankreas dan cairan empedu dari hati. Enzim ini bertugas untuk memecah protein, lemak, dan karbohidrat dari makanan.


4. Penyerapan nutrisi di usus kecil

Setelah makanan dipecah, dinding usus kecil kemudian menyerap air dan nutrisi dari makanan ke dalam aliran darah. Sementara itu, sisa-sisa makanan yang tidak dicerna atau diserap akan dibawa ke usus besar.


5. Pemadatan sisa makanan di usus besar

Tugas utama usus besar adalah menyerap air dan nutrisi yang tersisa dari sisa makanan, sehingga menjadi lebih padat dan membentuk tinja.


Tinja kemudian disimpan di rektum hingga didorong dan dikeluarkan bersamaan dengan racun, zat sisa, dan cairan berlebih dari dalam tubuh melalui anus saat buang air besar. Dengan begitu, usus pun bisa bersih dari kotoran.


Air dan serat yang cukup merupakan 2 faktor penting yang mendukung kelancaran proses pencernaan dan penyerapan makanan. Oleh karena itu, agar proses pencernaan berjalan lancar, Anda perlu memenuhi kebutuhan air minum setidaknya 8 gelas per hari, mengunyah makanan secara perlahan, tidak minum alkohol, dan memperbanyak konsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah-buahan.


Anda juga perlu rutin melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau kondisi kesehatan, termasuk kesehatan saluran percernaan, terutama jika memiliki risiko mengalami gangguan pencernaan. Beberapa risiko tersebut termasuk kurang konsumsi makanan berserat, kurang minum air, maupun memiliki keluarga dengan riwayat intoleransi laktosa.


Jika Anda memiliki masalah pada saluran pencernaan, seperti diare, sembelit, sering kembung, atau mengalami sakit perut maupun kram perut hebat, periksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter akan menentukan penyebab keluhan yang Anda alami dan kemudian memberikan penanganan yang tepat

Sumber : ALODOKTER

Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup



 Struktur dan fungsi makhluk hidup adalah dua aspek fundamental yang saling terkait dan menentukan cara organisme berinteraksi dengan lingkungan mereka. Struktur makhluk hidup mencakup berbagai tingkat organisasi, mulai dari sel, jaringan, organ, hingga sistem organ, yang semuanya berkontribusi pada keseluruhan fungsi organisme. Misalnya, sel sebagai unit dasar kehidupan memiliki struktur khusus yang memungkinkan mereka menjalankan fungsi tertentu, seperti metabolisme, reproduksi, dan respon terhadap rangsangan.1. Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Fungsinya adalah untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, serta mengeluarkan karbon dioksida dan limbah dari sel. Jantung berfungsi sebagai pompa yang mengedarkan darah, sedangkan pembuluh darah bertindak sebagai jalur transportasi. Dengan adanya sistem ini, tubuh dapat mempertahankan homeostasis dan mendukung aktivitas metabolisme.


2. Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan meliputi organ-organ seperti hidung, tenggorokan, trakea, bronkus, dan paru-paru. Fungsinya adalah untuk mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. Proses ini terjadi melalui pertukaran gas di alveoli paru-paru, di mana oksigen diserap ke dalam darah dan karbon dioksida dikeluarkan. Sistem pernapasan juga membantu dalam pengaturan pH darah dan menghasilkan suara saat berbicara.


3. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan bertanggung jawab untuk memproses makanan dan mengekstrak nutrisi yang diperlukan tubuh. Dimulai dari mulut, di mana makanan diolah dan dicampur dengan air liur, sistem ini meliputi kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar. Dalam sistem ini, makanan dipecah menjadi komponen yang lebih kecil, dan nutrisi diserap ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh sel-sel tubuh. Sisa-sisa yang tidak tercerna akan dikeluarkan sebagai limbah.


4. Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan saraf. Fungsinya adalah untuk mengatur dan mengoordinasikan semua aktivitas tubuh, mulai dari gerakan hingga respon terhadap rangsangan. Sistem saraf mengirimkan sinyal listrik melalui neuron, memungkinkan komunikasi cepat antara otak dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, sistem ini juga mengontrol fungsi tubuh yang tidak disadari, seperti detak jantung dan pernapasan.


5. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi bertanggung jawab untuk menghasilkan keturunan. Pada pria, sistem ini mencakup organ seperti testis, penis, dan kelenjar prostat. Pada wanita, termasuk ovarium, rahim, dan vagina. Fungsinya adalah untuk memproduksi sel telur dan sperma, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kehamilan dan perkembangan janin. Sistem reproduksi juga dipengaruhi oleh hormon yang dihasilkan oleh sistem endokrin.

Sumber : TUTOR INDONESIA